Kesehatan Mental Pelajar di Kota Bandung Mengkhawatirkan, Psikolog dan Disdik Angkat Bicara
Beranda » Artkel  »  Kesehatan Mental Pelajar di Kota Bandung Mengkhawatirkan, Psikolog dan Disdik Angkat Bicara
Kesehatan Mental Pelajar di Kota Bandung Mengkhawatirkan, Psikolog dan Disdik Angkat Bicara
Beranda » Artkel  »  Kesehatan Mental Pelajar di Kota Bandung Mengkhawatirkan, Psikolog dan Disdik Angkat Bicara
Kesehatan Mental Pelajar di Kota Bandung Mengkhawatirkan, Psikolog dan Disdik Angkat Bicara
Psikolog klinis remaja asal Bandung, Dr. Rina Permata, M.Psi, menilai tekanan akademik menjadi salah satu pemicu utama gangguan mental pada siswa.

Privat Bandung – Di balik gemerlap prestasi akademik dan statusnya sebagai kota pendidikan, Bandung tengah menghadapi persoalan yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata: kesehatan mental pelajar.

Tekanan tugas sekolah, tuntutan masuk perguruan tinggi favorit, hingga ekspektasi keluarga perlahan membentuk beban psikologis yang tidak ringan bagi sebagian siswa. Fenomena ini semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah perubahan pola belajar dan masifnya penggunaan media sosial.

Tekanan Akademik yang Tak Terlihat

Bandung dikenal memiliki banyak sekolah unggulan dengan standar akademik tinggi. Namun dibalik reputasi tersebut, sejumlah pelajar mengaku mengalami stres berkepanjangan.

Psikolog klinis remaja asal Bandung, Dr. Rina Permata, M.Psi, menilai tekanan akademik menjadi salah satu pemicu utama gangguan mental pada siswa.

Remaja berada pada fase pencarian identitas. Ketika mereka terus-menerus berada dalam tekanan untuk berprestasi tanpa ruang untuk gagal, risiko munculnya kecemasan dan depresi menjadi lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, tanda-tanda awal seperti sulit tidur, mudah marah, kehilangan minat belajar, hingga menarik diri dari pergaulan seringkali diabaikan.

“Orang tua dan guru perlu lebih peka. Jangan menunggu sampai anak menunjukkan gejala yang berat,” tambahnya.

Peran Media Sosial dan Perbandingan Sosial

Selain tekanan akademik, paparan media sosial juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatan mental pelajar di Kota Bandung.

Remaja cenderung membandingkan diri dengan pencapaian teman sebaya yang terlihat di dunia maya. Standar “kesuksesan” yang dibentuk media sosial dapat memicu rasa tidak percaya diri dan kecemasan berlebih.

Dr. Rina menjelaskan bahwa perbandingan sosial yang terus-menerus dapat memengaruhi harga diri remaja.

Media sosial membuat mereka merasa harus selalu tampil sempurna. Padahal, kehidupan nyata tidak sesederhana yang terlihat di layar,” katanya.

Tanggapan Dinas Pendidikan Kota Bandung

Menanggapi kondisi tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan layanan bimbingan konseling di sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Bandung, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa sekolah kini didorong untuk lebih proaktif dalam mendeteksi permasalahan psikologis siswa.

Kami meminta setiap sekolah mengoptimalkan peran guru BK dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta suportif. Kesehatan mental pelajar menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan keluarga sangat menentukan dalam menjaga stabilitas emosional anak,” tambahnya.

Minimnya Literasi Kesehatan Mental

Meski perhatian terhadap isu kesehatan mental pelajar di Bandung mulai meningkat, literasi tentang kesehatan mental masih perlu diperluas.

Stigma terhadap konseling atau konsultasi psikolog masih menjadi hambatan. Sebagian siswa merasa takut dianggap lemah jika mengakui mengalami tekanan mental.

Padahal, menurut para ahli, mencari bantuan profesional adalah langkah preventif yang bijak.

Membangun Generasi Sehat Secara Emosional

Kesehatan mental pelajar bukan hanya soal individu, melainkan masa depan kota. Bandung sebagai kota kreatif memiliki potensi besar menghadirkan ruang ekspresi yang sehat bagi remaja—baik melalui seni, olahraga, komunitas literasi, maupun kegiatan sosial.

Pendidikan yang ideal bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga pribadi yang tangguh secara emosional.

Alarm bagi Kota Pendidikan

Isu kesehatan mental pelajar di Kota Bandung adalah sinyal penting bagi semua pihak. Di balik nilai rapor dan ranking sekolah, ada anak-anak muda yang sedang berjuang memahami tekanan hidupnya.

Jika Bandung ingin terus dikenal sebagai kota pendidikan unggulan, perhatian terhadap kesehatan mental siswa harus menjadi prioritas bersama.